DETEKSI DINI POST PARTUM BLUES, PSIKOSA POST PARTUM, DAN DEPRESI POSTPARTUM

 

1.    Pengertian

Postpartum blues atau sering juga disebut maternity blues atau baby blues dimengerti sebagai suatu sindroma gangguan efek ringan yang sering tampak dalam minggu pertama setelah persalinan dan memuncak pada hari ke tiga sampai kelima dan menyerang dalam rentang waktu 14hari terhitung setelah persalinan

 

       2.  Faktor penyebab postpartum blues

Faktor penyebab postpartum blues menurut (Irawati & Yuliani, 2014) yaitu sebagai   berikut:

 

a.     Faktor Hormonal 

Berupa perubahan kadar kortisol, estrogen, progesteron, prolaktin, dan estriol yang terlalu rendah atau terlalu tinggi. Kadar estrogen turun secara bermakna setelah melahirkan. Ternyata estrogen memiliki efek supresi terhadap aktivitas enzim monoamine oksidase, yaitu suatu enzim otak yang bekerja menginaktivasi, baik noradrenalin maupun serotonin yang berperan dalam suasana hati dan kejadian depresi.

 

b.    Faktor Demografi

 

Usia yang terlalu muda untuk melahirkan, sehingga dia memikirkan tanggung jawabnya sebagai seorang ibu untuk mengurus anaknya. Sedangkan postpartum blues banyak terjadi pada ibu primipara, mengingat dia baru memasuki perannya sebagai seorang ibu, tetapi tidak menutup kemungkinan juga terjadi pada ibu yang pernah melahirkan, yaitu jika ibu mempunyai riwayat postpartum blues sebelumnya.


c.     Faktor Psikologis

 

Berkurangnya perhatian keluarga terutama suami karena semua perhatian tertuju pada anak yang baru lahir. Padahal usai persalinan ibu merasa lelah dan sakit pasca persalinan membuat ibu membutuhkan perhatian. Kecewa terhadap penampilan fisik si kecil karena tidak sesuai dengan yang di inginkan juga bias memicu postpartum blues.


 

d.    Pengalaman dalam proses kehamilan dan persalinan.

Kesulitan-kesulitan yang dialami ibu selama kehamilannya akan turut memperburuk kondisi ibu pasca melahirkan. Sedangkan pada persalinan, hal-hal yang tidak menyenangkan bagi ibu mencakup lamanya persalinan serta intervensi medis yang digunakan selama proses persalinan, seperti ibu yang melahirkan dengan cara operasi cesar (Sectio Caesarea) akan dapat menimbulkan perasaan takut terhadap peralatan operasi dan jarum. Ada dugaan bahwa semakin besar trauma fisik yang terjadi selama proses persalinan, akan semakin besar pula trauma psikis yang muncul.

 

e.     Faktor Fisik

Kelelahan fisik karena aktivitas mengasuh bayi, menyusui, memandikan, mengganti popok, dan menimang menguras tenaga, apalagi jika tidak ada bantuan dari suami atau keluarga yang lain.Penelitian yang dilakukan Lina Wahyu Susanti dengan judul analisis faktor-faktor terjadinya baby blues syndrome pada ibu nifas pada tahun 2017 didapatkan hasil dukungan suami p-value 0,001 sehingga kurangnya dukungan suami meningkatkan terjadinya postpartum blues.

 

      3.    Cara Mengatasi Baby Blues

Baby blues umumnya akan hilang dengan sendirinya. Meski demikian, jika Anda mengalaminya, kondisi ini perlu dikelola dengan baik. Beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi baby blues adalah:

1.  Jangan bebani diri

Jangan paksakan diri Anda untuk mengerjakan segalanya sendiri. Kerjakanlah apa yang sanggup Anda kerjakan. Bila Anda merasa kewalahan, baik dalam mengurus Si Kecil atau pekerjaan rumah, jangan sungkan untuk meminta bantuan orang-orang terdekat yang dipercaya.

 

2.  Tidur yang cukup

Pastikan waktu tidur Anda tercukupi dengan baik. Manfaatkan waktu tidur Si Kecil untuk Anda tidur. Jika Si Kecil terbangun di malam hari karena mengompol dan Anda masih butuh tidur untuk memulihkan tenaga, jangan ragu untuk meminta bantuan pasangan untuk mengganti popok Si Kecil dan menjaganya sejenak.

 

3.    Olahraga rutin dan makan makanan berkualitas

Untuk membantu mengatasi baby blues yang dialami, Anda disarankan untuk berolahraga secara rutin. Olahraga tidak hanya dapat mengalihkan perhatian dan kekhawatiran yang Anda rasakan, tapi juga membantu meningkatkan mood dan kualitas tidur. Apabila Anda tidak sempat berolahraga, makanan juga bisa membantu mengontrol mood Anda. Hindari makanan yang tinggi akan karbohidrat sederhana seperti sirup, kue kering kemasan, dan roti putih. Makanan jenis ini diduga dapat memperparah mood swing.


4.    Gejala atau tanda tanda

·      Suasana hati gampang berubah

·      Cemas

·      Sedih

·      Gampang tersinggung

·      Merasa kewalahan

·      Sering menangis

·      Tidak konsentrasi

·      Mengalami gangguan makan

·      Susah tidur


 Psikosa Post partum 

1.        Pengertian

Psikosis postpartum adalah penyakit mental serius yang kerap dialami ibu dalam beberapa hari atau minggu usai persalinan. Masalah mental yang satu ini dapat berkembang secara tiba-tiba bahkan hanya dalam beberapa jam sekali pun ibu belum pernah mengalami penyakit mental. Biasanya, ibu dengan masalah mental ini dapat mengalami gejala selama beberapa minggu atau lebih sehingga perlu penanganan segera.

Psikosis postpartum juga dikenal sebagai psikosis nifas (puerperal psychosis) atau psikosis pascakelahiran (postnatal psychosis). Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, psikosis pascamelahirkan lebih jarang terjadi ketimbang baby blues dan depresi postpartum.


 

2.   Gejala yang umum terjadi

 

Setiap kasus psikosis postpartum memiliki gejala yang berbeda, tapi gejala yang umum terjadi adalah sebagai berikut :

  Mendengar suara dan melihat hal-hal yang tidak ada (halusinasi)

  Perubahan mood yang ekstrim (mood swings)

  Berperilaku manik (mood manic), misalnya bicara atau berpikir terlalu banyak dan cepat, merasa terlalu senang, dan lainnya

  Merasa bingung, curiga, dan takut

  Berkhayal atau percaya pada hal yang tidak benar dan tidak logis (delusi)

  Menunjukkan tanda depresi, menarik diri dari lingkungan, dan gampang menangis

  Kurang berenergi, kehilangan nafsu makan, gelisah, dan sulit tidur

  Menjadi sangat agresif atau kasar

  Merasa paranoid

  Sulit berkonsentrasi

  Memperlakukan bayi dengan cara yang tidak tepat

   Berencana untuk menyakiti diri sendiri maupun bayi



  Depresi Post partum

 

1.                  Pengertian

Depresi postpartum adalah keadaan ketika seorang ibu merasakan rasa sedih, bersalah, dan bentuk umum depresi lainnya dalam jangka waktu yang lama setelah melahirkan


2.      Penyebab Depresi Postpartum


Tidak ada penyebab tunggal yang menyebabkan depresi postpartum. Namun, permasalahan psikis maupun perubahan kondisi fisik memiliki peran dalam depresi postpartum.

Perubahan fisik. Setelah persalinan, terdapat perubahan hormon yang sangat besar dalam tubuh perempuan (terutama hormon wanita estrogen dan progesteron). Hormon tubuh lain, seperti yang diproduksi oleh tiroid juga mengalami perubahan sebagai akibat penyesuaian dari perubahan tersebut. Hormon tiroid ini yang salah satunya berperan dalam memberikan perubahan mood setelah melahirkan.

Permasalahan psikis. Memiliki bayi (terutama untuk yang pertama kali) sering kali menyebabkan ibu menjadi cemas dan tidak percaya diri dengan kemampuannya merawat bayi baru lahir. Perasaan seperti ini yang berkepanjangan dapat menyebabkan ibu jatuh dalam keadaan depresi


3.       Pengobatan Depresi Postpartum

 

Pengobatan depresi postpartum sering melibatkan psikoterapi atau menggunakan obat-obatan, atau bahkan keduanya. Psikoterapi. Sebuah sesi yang digunakan untuk ibu dan mungkin ayah untuk dapat bertemu dengan psikiater atau psikolog, kemudian membicarakan seluruh masalah yang mendasari terjadinya depresi tersebut. Psikoterapi bertujuan untuk mencari jalan bagaimana menyikapi suatu masalah, sehingga tidak menyebabkan beban bagi ibu.

Obat antidepresan. Obat-obatan antidepresan dapat diberikan oleh dokter jika dibutuhkan. Meskipun dapat masuk dalam ASI, obat antidepresan kebanyakan tidak menimbulkan efek samping bagi bayi.

4.          Tanda atau gejala yang umum antara lain:

·    Depresi atau mengalami perubahan suasana hati yang parah

·    Menangis berlebihan

·    Mengalami kesulitan membangun ikatan dengan bayi

·    Menarik diri dari keluarga dan teman

·    Mengalami gangguan makan Susah tidur atau tidur terus

·    Kelelahan luar biasa atau kehilangan daya untuk beraktivitas

·    Mudah marah Putus asa, malu,

·   merasa bersalah tidak mampu menjadi ibu

·   Tidak bisa berkonsentrasi atau berpikir jernih

·    Gelisah Cemas dan mengalami serangan panik Punya pikiran melukai diri sendiri atau bayi

 

5.       Faktor penyebab

a.    Kekecewaan emosional yang mengikuti kegiatan bercampur rasa takut yang dialami kebanyakan wanita selama hamil dan melahirkan

b.  Rasa nyeri pada awal masa nifas

c. Kelelahan akibat kurang tidur selama persalinan dan telah melahirkan kebanyakan di rumah sakit

d.   Kecemasan akan kemampuannya untuk merawat bayinya setelah meninggalkan rumah sakit

e.    Ketakutan akan menjadi tidak menarik lagi




Komentar