DETEKSI DINI KELAINAN LETAK/MALPRESENTASI PADA MASA KEHAMILAN ATERM
A. PENGERTIAN MALPRESENTASI
Malpresentasi adalah kondisi di
mana bagian anatomi janin yang
Diagnosis malpresentasi janin dapat ditegakkan melalui pemeriksaan Leopold atau melalui pemeriksaan vagina dengan jari (digital vaginal examination) untuk meraba anatomi janin yang muncul ketika sudah terjadi dilatasi serviks. Konfirmasi diagnosis dapat dilakukan dengan pemeriksaan ultrasound. Penatalaksanaan yang dilakukan untuk kasus malpresentasi disesuaikan dengan jenis malpresentasi yang dialami. Pada beberapa kasus, dapat dilakukan persalinan per vaginam baik yang didahului atau tidak didahului tindakan external cephalic version (ECV). Namun, pada malpresentasi dengan penyulit atau dengan kontraindikasi persalinan per vaginam, tindakan s ectio caesarea lebih direkomendasikan
kelainan
letak sering terjadi. Pada kondisi umur kehamilan yang belum cukup bulan
kelainan letak sering terjadi karena berat kepala lebih kecil dari berat badan
bagia bawah Khoirunnisa,). Kelainan letak juga dilaporkan pada beberapa kasus
partus lama sehingga dapat meningkatkan risiko kesakitan dan trauma pada ibu
bersalin .Walaupun persentase kejadian kelainan letak hanya 2.5-3% namun jika
tidak dilakukan pendeteksian sejak dini akan menimbulkan masalah yang sifatnya
patologi. Pengelolaan dan asuhan kehamilan melalui kunjungan antenatal yang
teratur pada ibu hamil sangat penting dilakukan. Bidan dan Dokter Spesialis
Kandungan memiliki peran yang sangat penting dalam melakukan deteksi ini. Bidan
melalui teknik palpasi Leopold I dan III dapat
memperkirakan kelainan letak dan dapat dibandingkan melalui hasil USG (ultra sonografi) yang dilakukan oleh
dokter. Makadari itu ibu hamil perlu melakukan deteksi dini dan pemeriksaan USG
teruatam memasuki umur kehamilan 22 minggu ke atas. Budaya yang berkembang di
masyarakat bahwa jika anak pertama dnegna posisi kepala dibawah maka anak kedua
dan seterusnya dipastikan memiliki posisi yang sama tidak bisa
Letak pada masa kehamilan aterm/kehamilan normal Letak sungsang
a. Pengertian
Persalinan letak sungsang adalah persalinan pada bayi dengan presentasi bokong (sungsang) dimana bayi letaknya sesuai dengan sumbu badan ibu, kepala berada pada fundus uteri, sedangkan bokong merupakan bagian terbawah di daerah pintu atas panggul atau simfisis (Manuaba, 1988)
Pada letak kepala, kepala yang merupakan bagian terbesar lahir terlebih dahulu, sedangkan pesalinan letak sungsang justru kepala yang merupakan bagian terbesar bayi akan lahir terakhir. Persalinan kepala pada letak sungsang tidak mempunyai mekanisme “Maulage” karena susunan tulang dasar kepala yang rapat dan padat, sehingga hanya mempunyai waktu 8 menit, setelah badan bayi lahir. Keterbatasan waktu persalinan kepala dan tidak mempunyai mekanisme maulage dapat menimbulkan kematian bayi yang besar ada tiga jenis posisi bayi sungsang, yaitu presentasi bokong (frank breech), presentasi bokong-kaki (complete breech), dan presentasi kaki (footling breech). Berikut adalah penjelasannya:
-Frank breech adalah sungsang dengan posisi bokong bayi mendekati jalan lahir. Kondisi tungkai bayi sejajar dengan badan dan kaki terletak dekat kepala.
-Complete breech adalah sungsang dengan posisi bokong dan kedua kaki bayi menghadap ke jalan lahir dengan lutut tertekuk (seperti posisi memeluk lutut).
-Footling
breech adalah sungsang dengan posisi salah satu kaki bayi terletak di bawah
bokong. Saat proses persalinan, kaki inilah yang lebih dulu keluar sebelum
tubuh bayi.
a. Etiologi
Penyebab
letak sungsang dapat berasal dari (Manuaba, 2010):
1) Faktor ibu
a) Keadaan rahim Rahim arkuatus
Septum
pada rahim Uterus dupleks
Mioma
bersama kehamilan
b) Keadaan plasenta
Plasenta
letak rendah Plasena previa
c) Keadaan jalan lahir
Kesempitan panggul Deformitas tulang panggul
Terdapat tumor menghalangi jalan lahir
dan perputaran ke posisi Kepala
2) Faktor Janin
Pada
janin terdapat berbagai keadaan yang menyebabkan letak sungsang: Tali pusat
pendek atau lilitan
tali pusat
· Hirdosefalus atau anensefalus Kehamilan kembar
· Hirdramnion atau oligohidramnion
· Prematuritas
b. Tanda dan Gejala
· Pemeriksaan abdominal Letaknya adalah memanjang.
· Di atas panggul terasa massa lunak dan tidak terasa seperti
kepala.
· Pada funfus uteri teraba kepala. Kepala lebih keras dan lebih bulat dari pada bokong dan kadang- kadang dapat dipantulkan (Ballotement)
c. Auskultasi
Denyut jantung janin pada umumnya
ditemukan sedikit lebih tinggi dari umbilikus (Sarwono Prawirohardjo, 2007 :
609). Auskultasi denyut jantung janin dapat terdengar diatas umbilikus jika bokong janin
belum masuk pintu atas panggul. Apabila bokong sudah masuk pintu atas panggul,
denyut jantung janin biasanya terdengar di lokasi yang lebih rendah (Debbie
Holmes dan Philip N.Baker, 2011).
· Pemeriksaan dalam
· Teraba 3 tonjolan tulang yaitu tuber ossis ischii dan ujung
os sakrum
· Pada bagian di antara 3 tonjolan tulang tersebut dapat diraba
anus.
· Kadang-kadang pada presentasi bokong murni sacrum tertarik ke bawah dan teraba oleh jari- jari pemeriksa, sehingga dapat dikelirukan dengan kepala oleh karena tulang yang keras.
B.KOMPLIKASI DIMASA KEHAMILAN ATERM
1.
Hiperemesis
gravidarum
Hiperemesis
gravidarum adalah komplikasi kehamilan yang sering terjadi di fase trimester
pertama dan ditandai dengan muntah-muntah parah. Bahkan sampai dapat
menyebabkan dehidrasi dan muntah darah jika tidak segera diobati. Kondisi ini
berbeda dengan morning sickness atau mual muntah sebagai tanda hamil
muda yang
biasanya terjadi saat hamil 1 bulan
dan berhenti pada hamil 3 bulan. Namun, mual dan muntah
karena hiperemesis gravidarum tetap terjadi di akhir trimester pertama, bahkan
makin memuncak di minggu ke-20
dan terus berlanjut sepanjang kehamilan.
2.Infeksi saluran kencing (ISK)
Bila ibu
hamil menahan buang air kecil, Anda berisiko tinggi terkena infeksi
saluran kencing atau ISK. Ibu hamil rentan kena ISK
karena hormon kehamilan mengubah jaringan saluran kencing dan membuat Anda
lebih rentan untuk terkena infeksi. ISK
disebabkan oleh infeksi bakteri yang menyerang saluran kemih dan kandung kemih. Jika
tidak segera diatasi, ISK pada ibu hamil bisa membahayakan. Beberapa di antaranya seperti infeksi ginjal dan
menyebabkan bayi lahir prematur. Ini adalah salah satu jenis penyakit pada ibu
hamil yang bisa menjadi komplikasi kehamilan. Gejala ISK pada ibu hamil yang paling sering dirasakan yaitu
sakit saat buang air kecil, sakit punggung, demam, sampai urine berbau disertai
warna keruh.
2. Hamil ektopik
Kondisi
komplikasi kehamilan berikutnya adalah kehamilan ektopik. Hal ini terjadi ketika
sel telur yang berhasil dibuahi malah tertanam di luar rahim. Itu sebabnya
kehamilan ektopik juga sering disebut sebagai “hamil di luar kandungan”. Meski memiliki kondisi
ini, Anda juga masih tetap mungkin mengalami beberapa gejala kehamilan normal,
seperti payudara yang sakit, kelelahan, dan mual. Jika Anda menggunakan test pack pun mungkin mendapatkan hasil
yang positif. Tanda
dan gejala dari komplikasi kehamilan ini bermacam-macam, dan berbeda di setiap
wanita. Akan tetapi, gejala hamil ektopik yang paling umum adalah perdarahan
pada vagina, mual dan muntah, nyeri pada perut bagian bawah. Namun, banyak wanita
tidak memiliki gejala hamil ektopik sama sekali. Maka, jika Anda merasa adanya
kejanggalan selama kehamilan sebaiknya segera konsultasikan ke dokter.
3. Keguguran
Perdarahan
vagina berupa 1-2 tetes flek darah merah muda biasanya pertanda proses
implantasi embrio ke dinding rahim. Namun, hati-hati jika volume
darahnya banyak, berwarna merah terang layaknya darah segar, dan berlangsung
lama. Ini dapat menjadi pertanda keguguran. Ini adalah salah satu jenis
penyakit pada ibu hamil yang bisa menjadi komplikasi kehamilan. Keguguran
dini (early miscarriage)
adalah komplikasi kehamilan yang sering terjadi di kehamilan trimester pertama. Gejala keguguran yang
paling umum ditemukan adalah bercak darah dari vagina dengan intensitas ringan
sampai berat. Bahkan bisa ditemukan jaringan atau gumpalan dari darah yang dikeluarkan.
4. Anemia
Anemia adalah penyakit darah rendah yang cukup umum terjadi pada ibu hamil dan biasanya terjadi di trimester kedua kehamilan. Anemia menyebabkan jumlah sel darah merah Anda lebih sedikit dari normalnya. Wanita adalah kelompok orang yang rentan mengalami anemia. Di masa kehamilan, kebutuhan pasokan darah bertambah dua kali lipat sehingga risiko mengalami anemia jadi lebih tinggi karena harus lebih banyak menyuplai darah ke janin. Anemia bisa menimbulkan gejala seperti badan terasa lemas atau cepat lelah, pusing, napas pendek, jantung berdebar, sampai tangan dan kaki terasa dingin. Komplikasi kehamilan seperti penyakit darah rendah pada ibu hamil umumnya disebabkan oleh kekurangan zat besi dan folat.Maka dari itu, Anda akan disarankan untuk menaikkan jumlah asupan makanan tinggi zat besi dan asam folat selama masa kehamilan hamil. Anda bisa mendapatkannya dari kacang-kacangan, biji-bijian, telur yang dimasak matang, dan sayuran.
C.PENCEGAHAN
1.
Melakukan Prosedur External
Cephalic Version (ECV)
Mungkin Bunda jarang
mendengar prosedur external cephalic version (ECV), karena memang sebenarnya
prosedur ini jarang sekali dilakukan.
External Cephalic Version (ECV) atau versi luar merupakan tindakan memanipulasi
perut dari luar kandungan dengan cara memutar posisi kandungan. Prosedur ECV
hanya boleh dilakukan oleh tenaga kesehatan (dokter spesialis kandungan) yang
ahli dalam melakukan prosedur tersebut. Itupun hanya boleh dilakukan di rumah
sakit dalam keadaan emergensi (gawat darurat). Sebelum melakukan prosedur ECV, Bunda
akan dilakukan beberapa pemeriksaan. Diantaranya yaitu: Ultrasonografi (USG)
pemeriksaan kardiotokografi (NST) untuk memantau keadaan janin. Pemeriksaan
laboratorium Pasies diminta untuk buang air kecil untuk mengosongkan kandung
kemih Pemberin obat tokolitik
2.
Melakukan Posisi Knee Chest
Posisi knee chest merupakan
salah satu cara mengatasi bayi sungsang yang
banyak diterapkan. Posisi knee chest sama seperti dengan melakukan sujud, namun
terdapat beberapa teknik yang harus Bunda ketahui sebelum melakukannya. Posisi Bunda
sebaiknya dalam keadaan duduk sebelum melakukan knee chest, jangan melakukan
gerakan tiba-tiba (dari berdiri kemudian langsung melakukan knee chest). Kemudian
lakukan posisi knee chest dengan posisi kedua siku di tekuk diletakkan di
samping kepala Dada menempel pada matras sehingga posisi bokong lebih tinggi
dan kaki jangan ditutup rapat.
3.
Breech Tilt
Merupakan salah satu gerakan
yang dapat mengatasi kehamilan aterm. Adapun
cara untuk
melakukan breech tilt adalah: Posisi Bunda terlentang Naikan pinggul 12 cm atau
30 cm dari lantai selama 10-15 menit, Gunakan 3 sampai 4 bantal diletakan pada
bagian bokong dan punggung. Upayakan posisi kaki lebih tinggi daripada kepala
Lakukan tiga kali dalam sehari.
Komentar
Posting Komentar